Skip to content

Palembang

September 29, 2014

Tanggal 26-28 September 2014, ada kawinan saudara di Palembang. Ibu saya dan ibunya mempelai pria masih sepupu langsung. Istrinya sepupu saya itu cantik sekali, dan karena mereka berdua sama-sama letnan dua di angkatan udara, di acara resepsi, saya beruntung menyaksikan upacara pedang pora. Satu hal yang saya syukuri dari acara tersebut, barangkali karena sepupu saya dan istri sebaya saya, kerabat tidak ada yang kepo nanya, “Kalau kamu, kapan?”.
Belum.

Ini kali kedua saya melancong ke luar pulau Jawa. Saya pergi dari bandara Halim bareng Papa, Mama, dan tante (adiknya Mama). Trus perjalanan kali ini mewah betul, saya pergi dan pulang naik pesawat! Waktu berangkat saya sih cuek bebek karena tiket, boarding pass, airport tax diurusin orangtua. Waktu pulang saya agak tegang, soalnya saya beda penerbangan dengan orangtua saya. Barangkali adalah suatu hal yang lazim, jam penerbangan yang tertera di tiket tidak sama dengan woro-woro pemberitahuannya.. tapi buat saya yang tidak biasa naik pesawat, saya betulan sempat kalut. Kirain saya ditinggal di darat.

Di Palembang, tidak banyak tempat yang kami kunjungi kecuali sekitar jembatan Ampera. Papa saya sangat memperhatikan kebugaran tubuhnya, jadi pagi sekitar pukul 8 begitu ada waktu lowong, beliau memaksa mengajak saya dan ibu saya menemani beliau jalan-jalan. Jalan-jalan dalam arti sebenarnya, kami jalan kaki mengelilingi Jembatan Ampera dari ujung ke ujung, menyusuri Pasar 16 ilir demi dua kantung kerupuk, segenggap lempok durian, dan sekantung jeruk manis.

Kesan saya soal Palembang: makanannya enak. Hahahaha. Trus sempet ketemu temen yang lama ngga ketemu IRL karena beda pulau (biasanya ketemu via dunia maya aja, huhuhu). Sayang, saya kurang persiapan–ngga nyiapin buah tangan pas ketemu T___Ta

Omong-omong, berikut ini foto-foto yang saya ambil selama di Palembang.

DSC03708DSC03707DSC03706DSC03705DSC03698DSC03692

Trus ini foto wahana hiburan malam yang saya temukan di tengah/alun-alun kota. Sepupu saya nyeletuk, orang Palembang ganas sekali dalam berkendara. Susah ngalah ngasih kesempatan buat mereka yang mau nyebrang jalan, bahkan ketika saya jalan di atas trotoar pun, saya di klakson motor yang lewat karena menghalangi lintasan dia.

DSC03760

Lalu, ini salah satu imej kuliner Palembang. Saya perhatikan, makanan orang Palembang banyak terpengaruh India… ini martabak Har, rasanya seperti makan roti India soalnya martabak ini disantap bareng kuah kari. Roti jala juga kuahnya kari.

DSC03753

Sebetulnya saya masih pengen ngomong soal kesan ikut nikahan adat Palembang, cuma saya agak ragu juga, bisa ngga saya nulis dengan netral, soalnya saya sempet kesel di resepsi gara-gara makanan :))

Belakangan ini banyak kasus orang di bully virtual gara-gara ngga bijak milah kata pas ngeblog/update status di medsos. Serius, saya takut hal yang sama menimpa saya :))

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: